Rabu, 09 Desember 2015

tulus

Lagi dan lagi. Sekejam itukah dirimu padaku ? Aku disini menunggu dalam gelapnya hati, sunyi dingin. Memeluk erat namamu dengan penuh cinta.lalu apa yang kau lakukan ? Membuka pintu hati untuk wanita lain ? Bersenang senang dan tak pedulikanku yang menantimu pulang padahal kau tau ku disini setia menunggumu. Sesakit inikah mencintaimu ? Harus apalagi bukti agar kau tau disini ku tulus mencintaimu. Kau bagaikan duri mawar. Indah, namun menyakitkan saat ingin ku jangkau,ingin ku rengkuh dirimu. Bisakah kau mengerti? Logikaku berkata tuh bermain dengan lainnya tapi hatiku tak mampu temukan yang sedemikian indah seperti dirimu. Kenapa aku bagai burung dalam sangkar. Tuhan,  jika memang dia bukan untukku tunjukkanlah. Aku terlalu lelah tuk mengejar cinta yang lain, terlalu terpaku pada satu ciptaanmu tersebut. Aku terlalu takut akan luka hati. Terlalu tulus mencintai dirinya yang pernah mengisi kosongnya dan dinginnya hatiku. Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu? Bodohkah saat diriku tetap menunggumu walau bagai pungguk merindukan bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar