Minggu, 13 Desember 2015

garis batas

Saat sehari ku menangis merindu,saat ku ingin melewati garis batas antara diriku dan dunia luar. Bayang akan kebersamaan kita terlintas dalam fikirku. Saat sebelah kakiku melintasi batas hati, aku tersadar dengan apa yang kulakukan. Apakah bemar jalan yang ku pilih ? Aku ragu,bimbang,gelisah menentukan pilihan tersebut. Aku lari menjauh dari garis batas menuju ke sudut hati yang tergelap. Meringkuk dalam rindu yang tak berbalas. Menangis tersedu hingga tenggorokan ini tercekat. Sebenarnya apa yang ada dalam inginku ? Picikkah saat aku menginginkan mu kembali ke pelukku? Saat aku menangis dengan setulus hati merindumu. Esok harinya kau buatku lebih hancur dari serpihan kaca yang terinjak. Sebenarnya apa maumu ? Menyakiti ku sampai aku mati ? Sampai aku kehabisan darah? Sampai aku seperti zombie? Tak perlu kau lakukan hal bodoh tuk menyakitiku. Perginya dirimu melukaiku terlalu jauh. Apa kau tak pernah sadar ? Aku termenung dalam gelapnya hati,dinginnya jiwa,kesepian yang mendera. Jarak kira hanya selangkah namun mengapa tuk meyentuhmu sejengkal pun sulit ? Inikah rindu yang tak pernah berbalas ? Haruskah aku melangkah melewati batas diriku dirimu dan dunia luar ? Aku terlalu takut tuk melangkah ke dunia luar, namun terlalu sakit tuk menunggumu dan bertahan di gelapnya hati ini. Harus apa kah aku ? Pergi ? Atau bertahan pada orang yang tak pernah mengharapkanku sama sekali ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar